Senin, 15 Juni 2015

Manusia dan Pandangan Hidup

Pengertian pandangan Hidup
     Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua manusia pasti mempunyai suatu pandangan hidup sendiri – sendiri dan kemungkinan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Tak sedikit pula orang yang mempunyai pandangan hidup yang sangat bertentangan dengan pandangan hidup orang yang lainnya, itulah yang sering memicu perdebatan diantara umat manusia dalam kehidupan sehari hari.
     Setiap manusia pasti memiliki pandangan yang berbeda-beda. Sedangkan pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu:
a. Pandangan hidup yang bersal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
b. Pamdangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
c. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
      Misalnya yang pertama, saya sebagai umat muslim, pandangan hidupnya ialah melakukan shalat 5 waktu, berpuasa, melakukan hal-hal yang wajib dan sunah sebagai muslim yang baik. hal itu dikerjakan untuk meggapai ridha Allah. Selanjutnya yaitu pandangan hidup uag berupa ideologi seperti pancasila. Sebaga rakyat Indoenesia yang berpedoman pancasila, kita harusalah mengerti masing-masing dari sila pancasila. Misalnya sila ketiga persatuan Indonesia. Maka kita harus bersatu antara rakyat masing-masing rakyat Indonesia dalam masalah apapun yang menyangkut negara kita. Yang terakhir yaitu hasil renungan.
     Langkah langkah yang diterapkan pada pandangan hidup ini adalah:
  • Mengenal: Mengenal ini merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertamadan setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup.
  • Mengerti: Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang balk adalah mengcrti. Mengerti di sinidimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bernegara kitaberpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kitahendaknya mengerti apa Pancasila dan bagairnana mengatur kehidupan bernegara. Begitu juga bagi yang berpandangan hidup pada agama islam, hendaknya kita mengerti apa itu AlQur'an, hadits dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mcngatur kehidupan baik di dunia maupun di akherat. Selain itu juga kita mengerti untuk apa dan dan mana Al Qur'an, hadits, dan ijmak itu. Sehingga dengan demikian mempunyai suatu konsep pengrrtian tentangpandangan hidup Islam itu.
  • Menghayati: Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandanganhidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita mcniperoleh ganibaran yang tepat danbenar mengenai pandangan hidup itu sendiri.Mcnghayati di sini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandungdidalamnya, yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandanganhidup itu scndiri. Dengan menganalisa dan bertanya kepada orang yang lebih mampu dalampemahaman pandangan hidup.
  • Meyakini: Setelah mengetahui kebenaran dan validitasnya, baik secara kemanusiaan, maupunditinjau dan segi kemasyarakatan maupun bernegara dan dan kehidupan di akherat, makahcndaknya kita menyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini memerupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kcpasiian sehingga dapat mencapaisuatu tujuan hidupnya.Dengan yakin (meyakini) berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlasterhadap pandangan hidup itu. Adanya sikap menerima secara ikhlas ini maka adakecenderungan untuk selalu brrpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dantindakannya atau setidak-tidaknya tingkah laku dan tindak-tanduknya scialu dipengaruhi olehpandangan hidup yang diyakininya.
  • Mengabdi: Pengabdian merupakan snatu hal yang pcnting dalani mcnghayati dan mcyakinisesuatu yang telah dibcnarkan dan ditenima baik oleh dirinya lebih – lebih oleh orang lain.Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedang perwujudan manfaatmengabdi ini dapat dirasakan oleh prihadi kita sendiri. Dan mengabdi itu sendiri bisaterwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akherat. Dampak berpandangan hidup Islam yang antara lain yaitu mengabdi kepada orang kedua orang tua. Jadi bila kita sudah mengenal, mengerti, menghayati dan meyakini pandangan hidupini, maka selayaknya disertai dengan pengabdian Dan pengabdian maka hendaknya dijadikanpakaiannya baik dalam waktu tenteram lebih-lebih bila menghadapi hambatan dan tantangan
  • Mengamankan: Proses mengamankan mi merupakan langkah terakhir. Tidak mungkin atau sedikitkemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya lalu akan ada proses mengamankanini. Langkah yang terakhir ini merupakan langkah yang terberat dan benar-benarmembutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demitetap tegaknya pandangan hidup itu.Misalnya seorang yang beragama Islam dan berpegang teguh kepada pandanganhidupnya, lain suatu ketika dia dicela baik secara langsung ataupun secara tidak Iangsung,maka jelas dia tak menenima celaan itu. Bahkan bila ada orang yang ingin merusak ataubahkan ingin memusnahkan agama Islam baik terang-terangan ataupun secara diam-diam,sudah tentu dan sudah selayaknya bila kita mengadakan tindakan terhadap segala sesuatuyang menjadi pengganggu. Dengan kata lain para pengikut pandangan hidup Islam akanbertindak untuk mengamankan terhadap segala tindakan yang bermaksud atau inginmengganggu salah satu diantara pandangan hidup itu, pasti ditindak selain oleh Allah kelak  juga oleh para pengikut Islam itu sendiri.


Selasa, 26 Mei 2015

Manusia dan Keadilan Distributif

    Keadilan menurut aritoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil. 

    Keaadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntuk hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.


    Keadilan distributif meruakan salah satu macam-macam keadilan. Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally). Sebagai contoh, ALi bekerja 10 tahun dan Budi bekerja selama 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai lamanya bekerja. Andai kata Ali menerima Rp.100.000,- maka Budi harus menerima Rp.50.000,-. Akan tetapi bila hadiah Ali dan Budi sama, maka itu disebut tidak adil. 


Daftar Pustaka:
Nugroho, W. & Muchji, A. (1996). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Senin, 11 Mei 2015

Manusia dan Penderitaan

        a. Pengertian dari penderitaan adalah, penderitaan berasal dari kata derita yaitu menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaaan dapat lahir atau batin atau lahir batin. Seluruh umat manusia tidak lepas dari penderitaan. Tidak mungkin di dunia ini hidup kita aman-aman saja, karena Tuhan akan memberikan kita cobaan. Bukan untuk membuat kita susah, tapi untuk mengajarkan manusia belajar dari cobaan tersebut. Pasti ada hikmah di balik semua kejadian. Jenis penderitaan bisa berbagai macam seperti kematian, sakit, bangkrut, dan lain sebagainya. Kita tidak boleh marah dan benci kepada Tuhan, namun kita harus bersyukur berarti Tuhan masih sayang kepada kita.
        b. Siksaan, dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Penderitaan yang di akibatkan oleh siksaan yang di alami manusia kebanyakan merupakan siksaan psikis seperti:
1. Keseimbangan, dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mans yang akan diambil. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak, siapakah dan kawannya yang akan dijadikan pacar tetapnya. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu.
2. Kesepian, dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh petapa atau biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi.

3. Ketakutan, merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Seperti pada kesepian, ketakutan.dapat juga timbul atau dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis.

Senin, 04 Mei 2015

Manusia dan Keindahan

         Keindahan berasal dari kata indah yang berarti cantik, bagus, enak dipandang dan sebagainya. Keindahan ini bisa kita lihat dari hal-hal disekitar kita seperti pemandangan alam, hasil seni seperti, lukisan, musik, ukiran, dll. Ada yang namanya kompletasi dan ekstansi yaitu Kontemplasi (keinginan manusia untuk menciptakan sesuatu), dan  Ekstansi (keinginan manusia untuk merasakan dan menikmati). Menciptakan sesuatu haruslah dengan bentuk yang indah, karena akan ada rasa kepuasan dari dalam diri yang membuatnya. Kita juga bisa menciptakan sesuatu yang indah sesuai dengan hobi kita seperti membuat tari, musik, lukisan, puisi dan lain sebagainya. Menciptakan sesuatu bukan hanya untuk kesenangan sendiri namun untuk orang yang menikmatinya juga. Karena manusia pasti menyukai hal-hal yang indah. Ada orang yang suka mendengarkan lagu yang bagus, lalu misalnya juga ia menyukai lukisan-lukisan dan mengoleksi lukisan dirumahnya. Keindahan dapat kita rasakan dengan penglihatan atau pendengaran.
          Seorang seniman menciptakan suatu karya seni supaya manusia lain dapat merasakan keindahannya. Selain itu juga Tuhan yang maha Esa, menciptkan suatu keindahan alam yang luar biasa yang dapat kita nikmati keindahannya seperti gunung, danau, air terjun dll. Keindahan ini selain dinikmati juga harus kita jaga keindahannya, kebersihan, dan hak miliknya. Hal ini supaya tidak direnggut oleh orang lain seperti karya seni kita yang dijadikan hak milik oleh negara lain.
           Hubungan manusia dan keindahan sendiri intinya yaitu, semua hal-hal yang berbau keindahan tidak hanya untuk dinikmati tetapi juga ada hubungannya dengan manusia, misalnya pura di Bali, tempat ibadah umat hindu ini selain untuk beribadah, juga memiliki keindahan pada bangunannya seperti ukiran-ukiran patung dan bentuk bangunan yang unik.

         
         
            Selain itu, Indonesia juga memiliki berbagai keindahan pada seninya seperti tarian, lagu lalu pada keindahan alam yang sangat menakjubkan juga pada keunikan daerah yang memiliki banyak suku dan banyak yang lainnya. Semua itu harus kita jaga dan juga nikmati keindahannya.
       

Senin, 20 April 2015

Manusia dan Pemujaan

          Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta kepada Tuhan-Nya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Manusia sendiri mempunyai berbagai agama dan Tuhan-Nya seperti agama Islam yaitu Allah yang maha Esa. Pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Pemujaan sendiri dilakukan untuk menghormati Tuhan-Nya, Manusia yang melakukan pemujaan adalah wajib hukumnya karena seperti pengertian pemujaan diatas itu untuk mewujudkan cinta kita kepada Tuhan.
          Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Contohnya shalat di masjid, sembahyang di pura, dan lain-lain. Pemujaan adalah hubungan kita sendiri dengan Tuhan, oleh karena itu pemujaan tidak dapat diwakilkan. Itu berarti kita tidak menghargai kekuasaan-Nya. Pemujaan juga mempunyai ketentuan-ketentuan sesuai agama dan kepercayaan seperti dalam Islam, shalat mempunyai ketentuan yaitu 5 kali sehari shalat Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib dan Isya. Semuanya harus dilakukan secara teratur karena ketentuan shalat hukumnya wajib yang berarti harus dikerjakan. Pada pembahasan di awal pertemuan yaitu cinta menurut ajaran agama. Cinta diri sendiri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Kitab suci telah mengungkapkan kecenderungan manusia untuk menuntut segala sesuatu yang membahayakan. Walaupun pengertiannya yaitu cinta diri sendiri, namun kepercayaannya berhubungan dengan kitab suci yang merupakan tonggak kehidupan umat Islam.

Senin, 13 April 2015

Unsur Cinta Kasih Menurut Sarwono

      Pengertian tentang cinta yang dimukakan oleh Sarwono memiliki 3 unsur yaitu, keterikatan, keintiman dan kemesraan. 
1. Keterikatan 
    yaitu adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala proiritas hanya untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati, ada uang sedikit beli oleh - oleh untuk dia. 
2. Keintiman 
    yaitu adanya kebiasaan atau tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan seperti, bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang yang lainnya. Makan minum dari piring-cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dll. 
 3. Kemesraan
     yaitu adanya perasaan ingin membelai dan dibelai, rasa kangen satu sama lain bila berjauhan atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapan rasa sayang dan seterusnya

       Selanjutnya, Dr. Sarlotp W. Sarwono, mengemukakan bahwa tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya. Kadang - kadang ada yang keterikatannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraanya kurang. Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang amat kuat, kecemburuannya besar, tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman. Misalnya, cinta sahabat karib atau saudara sekandung yang penuh dengan keakraban, tetapi tidak ada gejolak - gejolak mesra dan orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada hal - hal lain dari pada partnernya. 


Senin, 06 April 2015

Prosa dan Ilmu budaya Dasar, apakah hubungannya?

LEGENDA CANDI PRAMBANAN

          Di dekat kota Yogyakarta terdapat candi Hindu yang paling indah di Indonesia. Candi ini dibangun dalam abad kesembilan Masehi. Karena terletak di desa Prambanan, maka candi ini disebut candi Prambanan tetapi juga terkenal sebagai candi Lara Jonggrang, sebuah nama yang diambil dari legenda Lara Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Beginilah ceritanya.
          Konon tersebutlah seorang raja yang bernama Prabu Baka. Beliau bertahta di Prambanan. Raja ini seorang raksasa yang menakutkan dan besar kekuasaannya. Meskipun demikian, kalau sudah takdir, akhirnya dia kalah juga dengan Raja Pengging. Prabu Baka meninggal di medan perang. Kemenangan Raja Pengging itu disebabkan karena bantuan orang kuat yang bernama Bondowoso yang juga terkenal sebagai Bandung Bondowoso karena dia mempunyai senjata sakti yang bernama Bandung.Dengan persetujuan Raja Pengging, Bandung Bondowoso menempati Istana Prambanan. Di sini dia terpesona oleh kecantikan Lara Jonggrang, putri bekas lawannya -- ya, bahkan putri raja yang dibunuhnya. Bagaimanapun juga, dia akan memperistrinya.
          Lara Jonggrang takut menolak pinangan itu. Namun demikian, dia tidak akan menerimanya begitu saja. Dia mau kawin dengan Bandung Bondowoso asalkan syarat-syaratnya dipenuhi. Syaratnya ialah supaya dia dibuatkan seribu candi dan dua sumur yang dalam. Semuanya harus selesai dalam waktu semalam. Bandung Bondowoso menyanggupinya, meskipun agak keberatan. Dia minta bantuan ayahnya sendiri, orang sakti yang mempunyai balatentara roh-roh halus.
          Pada hari yang ditentukan, Bandung Bondowoso beserta pengikutnya dan roh-roh halus mulai membangun candi yang besar jumlahnya itu. Sangatlah mengherankan cara dan kecepatan mereka bekerja. Sesudah jam empat pagi hanya tinggal lima buah candi yang harus disiapkan. Di samping itu sumurnya pun sudah hampir selesai. Seluruh penghuni Istana Prambanan menjadi kebingungan karena mereka yakin bahwa semua syarat Lara Jonggrang akan terpenuhi. Apa yang harus diperbuat? Segera gadis-gadis dibangunkan dan disuruh menumbuk padi di lesung serta menaburkan bunga yang harum baunya. Mendengar bunyi lesung dan mencium bau bunga-bungaan yang harum, roh-roh halus menghentikan pekerjaan mereka karena mereka kira hari sudah siang. Pembuatan candi kurang sebuah, tetapi apa hendak dikata, roh halus berhenti mengerjakan tugasnya dan tanpa bantuan mereka tidak mungkin Bandung Bondowoso menyelesaikannya.
          Keesokan harinya waktu Bandung Bondowoso mengetahui bahwa usahanya gagal, bukan main marahnya. Dia mengutuk para gadis di sekitar Prambanan -- tidak akan ada orang yang mau memperistri mereka sampai mereka menjadi perawan tua. Sedangkan Lara Jonggrang sendiri dikutuk menjadi arca. Arca tersebut terdapat dalam ruang candi yang besar yang sampai sekarang dinamai candi Lara Jonggrang. Candi-candi yang ada di dekatnya disebut Candi Sewu yang artinya seribu.


        Dari legenda diatas, hubungannya dengan pembahasan kita saat ini yaitu prosa yang didefinisikan sebagai cerita rekaan yang memiliki pemeran, peristiwa, dan alur yang dihasilkan dari khayalan atau imajinasi. Dan legenda diatas termasuk kedalam prosa yaitu prosa lama. Dalam legenda diatas kita dapat memperoleh kesenangan, informasi, warisan budaya dan keseimbangan wawasan. Hal - hal yang bisa kita dapatkan sesuai nilai - nilai dari prosa tersebut yaitu:
Pertama, dari segi kesenangan ketika membaca legenda atau cerpen - cerpen dan prosa lainnya kita dapat memperoleh kesenangan ketika ada waktu luang kita membaca apalagi bagi orang yang gemar membaca. Selanjutnya informasi, informasi dapat kita peroleh dalam membaca, karena kita dapat mengetahui hal - hal yang baru yang belum pernah kita temukan sebelumnya. begitu juga dengan kesetimbangan budaya, apabila kita pernah mendengar cerita - cerita legenda sebelumnya yang baru kita ketahui, dengan membaca prosa kita dapat mengetahui kebenaran dari cerita tersebut dan tidak diragukan lagi karena sudah membaca langsung.Terakhir yaitu warisan budaya, misalnya pada contoh legenda diatas, kita dapat mengetahui bahwa warisan budaya nya yaitu candi Prambanan dan canfi Lara Jonggrang. 


Senin, 23 Maret 2015

Kaitan Manusia dengan Kebudayaan

           Manusia dan kebudayaan adalah dua hal yang sangat erat yang berhubungan satu sama lain. Pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas hakekat manusia yang pengertian manusia itu sendiri adalah makhluk biologis yang tergolong makhluk manusia. Yang mana manusia itu tidak terlepas dari ilmu kebudayaan.Kenapa demikian? itu karena kebudayaan adalah hal - hal yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain dan kebiasaan - kebiasaannya yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat (E.B.Taylor 1871) Selain itu juga karena manusia memiliki kelebihan lain yang lain dari makhluk Tuhan yang lain. Unsur - unsur kebudayaan sendiri menurut C.Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture, bahwa ada 7 unsur kebudayaan universal yaitu:
             1. Sistem religi (sistem kepercayaan) - produk manusia sebagai homo religieus.
             2. Sistem organisasi kemasyarakatan - produk dari manusia sebagai homo socius.
             3. Sistem pengetahuan - produk dari manusia sebagai homo sapiens
             4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi - produk dari manusia sebagai homo                    economicus
             5. Sistem teknologi dan peralatan - produk dari manusia sebagai  homo faber.
             6. Bahasa - produk dari manusia sebagai homo longuens.
             7. Kesenian - produk dari manusia sebagai homo aesteticus.
          
           Wujud dari kebudayaan, yaitu kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala - kepala manusia yang menganutnya. Kemudian, kompleks aktivitas berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati atau diobservasi. Yang terakhir yaitu wujud sebagai benda. Aktivitas manusia tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. 

           Jadi, secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia.

Senin, 16 Maret 2015

Manusia dan Hakekatnya

                     

Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna, dan juga memiliki kemampuan yang luar biasa dengan makhluk yang lainnya, seperti mendengar, melihat, meraba, mencium dan berbicara. Manusia juga merupakan makhluk sosial  yang tidak dapat berdiri sendiri. Makhluk yang berbudaya dan lain sebagainya. Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan unsur - unsur manusia.
1. Manusia terdiri dari empat unsur:
    a. Jasad ( tubuh manusia yang nampak pada luarnya )
    b. Hayat ( unsur hidup yang ditandai dengan gerakan )
    c. ruh ( bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual )
    d. nafs ( kesadaran tentang diri sendiri )
2. Manusia mengandung tiga unsur sebagai satu kepribadian
    a. Id ( struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak )
    b. Ego ( bagian atau struktur kepribadian )
    c. Superego ( struktur kepribadian yang paling akhir )
         
          Dalam unsur - unsur diatas, kita akan lebih tahu mengenai unsur dari manusia sendiri. Misalnya, di dalam suatu musyawarah, kita tidak mendengarkan pendapat orang lain melainkan mementingkan pendapat sendiri berarti ia dikendalikan oleh ego nya. Selain itu, misalnya kita melakukan kesalahan dan tidak mau mengakuinya, itu termasuk ke dalam nafs.

          Hakekat Manusia. Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Tubuh manusia merupakan materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tapi tidak abadi. Sedangkan jiwa, terdapat dalam tubuh itu sendiri, dia tidak dapat dilihat, diraba dan dirasa namun sifatnya abstrak dan abadi. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan. Manusia juga merupakan makhluk yang palinh sempurna, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia dengan akal yang mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Juga dengan adanya perasaan, manusia juga dapat menciptakan sebuah kesenian. Perasaan sendiri terbagi dua macam, inderawi ( ransangan jasmani melalui pancaindra). Rohani ( perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia ) misalnya :
a. intelektual (pengetahuan)
b. estetis (keindahan)
c. etis (kebaikan)
d. diri (harga diri)
e. sosial (kelompok atau hidup bermasyarakat)
f. religius (agama atau kepercayaan)


Daftar Pustaka:
Nugroho, W. & Muchji, A. (1996). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Senin, 09 Maret 2015

ILMU BUDAYA DASAR

           Ilmu Budaya Dasar adalah Ilmu yang membicarakan tentang nilai - nilai, kebudayaan dan berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari - hari. Ilmu Budaya Dasar ini dirasa penting karena kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku dengan segala keanekaragaman budaya yang biasanya tidak lepas dari kesukuan, keadaerahan dan kesenian. Proses pembangunan yang sedang berlangsung menimbulkan banyak perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga manusia mulai terpengaruh karena nilai budaya ini  ialah timbulnya konflik dalam kehidupan.
           Kembali ke paragraf pertama, kebudayaan sendiri mempunyai pegertian menurut pendapat sarjana sosial yaitu:
1. Selo Sumarjan dan Soelaeman soemardi
    kebudayaan adalah semua hasis karya, rasa dan cipta masyarakat. karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebdyaan jasmaniah.

2. E.B.Tylor
    Kebudayaa adalah kompleks yang mecakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,hukum, adat istiadat, rasa dan kemampuan lain serta kebiasaan yag didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Serta berbaga pendapat lain menurut Sutan Takdir Alisyahbana, Koenjaningrat, C.A.VAn Peursen dan lain lain.

         Tujuan dari Ilmu Budaya dasar sendiri yaitu dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsepn- konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah - masalah manusia dan kebudayaan. Selai itu juga untuk mengembangkan kepribadian manusia dengan cara memperluas wawasan pemikira serta kritikal terhadap nilai - nilai budaya, baik orang laim, alam sekitar maupun diri sendiri.



Daftar Pustaka:
Nugroho, W. & Muchji, A. (1996). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Kamis, 08 Januari 2015

Tugas 7: Ilmu Sosial Dasar

Masyarakat Kota dan Desa

Pengertian masyarakat kota dan desa:
Masyarakat Indonesia merupakan
sebuah masyarakat yang majemuk.
Kemajemukan tersebut ditandai
dengan adanya keragaman suku
bangsanya. Pada umumnya di setiap
negara dan termasuk di Indonesia,
masyarakat dikategorikan menjadi dua
bagian, yaitu masyarakat perkotaan
dan masyarakat pedesaan. Masyarakat sendiri mempunyai pengertian yaitu sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu- individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas- entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Pengertian masyarakat kota:

1. Bintarti
Kota sebagai kesatuan jaringan kehidupan
manusia yang ditandai dengan kepadatan
penduduk yang tinggi dan diwarnai
dengan strata sosial ekonomi yang
heterogen serta coraknya materialistis.
Masyarakat kota terdiri atas penduduk asli
daerah tersebut dan pendatang Masyarakat kota merupakan suatu masyarakat yang heterogen, baik dalam hal mata pencaharian, agama, adat, dan
kebudayaan.
2. Louis Wirth
Kota adalah pemukiman yang relatif besar,
padat, dan permanen, dihuni oleh orang-
orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
3. Max Weber
Kota adalah suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian
besar kebutuhan ekonominya di pasar
lokal. Ciri kota adalah adanya pasar sebagai benteng serta mempunyai sistem
hukum tersendiri dan bersifat kosmopolitan.
4. Arnold Tonybee
Kota tidak hanya merupakan pemukiman
khusus tetapi merupakan suatu kekomplekan yang khusus dan setiap kota
menunjukkan perwujudan pribadinya
masing-masing.
5. Grunfield
Kota adalah suatu permukiman dengan
kepadatan penduduk yang lebih tinggi
daripada kepadatan penduduk nasional,
struktur mata pencaharian nonagraris, dan
sistem penggunaan tanah yang beraneka
ragam, serta ditutupi oleh gedung-gedung
tinggi yang lokasinya berdekatan.
6. Amos Rappoport
Amos Rappoport membagi definisi kota
menjadi dua definisi, yaitu definisi klasik
dan definisi moderen.

Pengertian masyarakat desao

1. Sutardjo
Suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri
2. Bintarto
Desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi, sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan
pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
3. Paul H. Landis
Desa merupakan daerah dengan jumlah
penduduknya kurang dari 2.500 jiwa.

Perbedaan Masyarakat Kota dan Desa

1. Jumlah dan kepadatan penduduk
Jumlah dan kepadatan penduduk di desa sedikit, tanah untuk keperluan perumahan cenderung ke arah horizontal, jarang ada
bangunan rumah bertingkat. Sedangkan kota memiliki penduduk yang jumlahnya lebih banyak dari pada desa.
2. Lingkungan hidup
Lingkungan hidup di pedesaan terasa lebih dekat dengan alam bebas. Udaranya bersih, sinar matahari cukup, tanahnya segar diselimuti berbagai jenis tumbuh-
tumbuhan dan berbagai satwa. Hal tersebut sangat berlainan dengan
lingkungan perkotaan yang sebagian besar dilapisi beton dan aspal, bangunan-bangunan menjulang tinggi saling berdesak- desakan dan kadang-kadang
berdampingan dan berhimpitan dengan gubug-gubug liar dan pemukiman yang padat.
3. Mata pencaharian
Kegiatan utama penduduk desa berada di sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris. Kehidupan ekonomi terutama tergantung pada usaha pengelolaan tanah untuk keperluan pertanian, peternakan
dan termasuk juga perikanan darat. Sedangkan kota merupakan pusat
kegiatan sektor ekonomi sekunder yang meliputi bidang industri, disamping sektor ekonomi tertier yaitu bidang pelayanan jasa. Jadi kegiatan di desa adalah mengolah alam untuk memperoleh bahan-
bahan mentah, baik bahan kebutuhan pangan, sandang, maupun lain-lain bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan
pokok manusia. Sedangkan kota mengolah bahan-bahan mentah yang berasal dari desa menjadi bahan-bahan setengah jadi atau mengolahnya sehingga berwujud bahan jadi yang dapat segera
dikonsumsikan.
4. Corak kehidupan sosial
Corak kehidupan sosial di desa dapat dikatakan masih homogen. Sebaliknya di kota sangat heterogen, karena di sana saling bertemu berbagai suku bangsa,
agama, kelompok, dan masing-masing memiliki kepentingan yang
berlainan.
5. Stratifikasi sosial
Sistem pelapisan sosial (stratifikasi sosial) kota jauh lebih kompleks daripada di desa.
6. Mobilitas sosial
Mobilitas sosial di kota jauh lebih besar daripada di desa. Di kota, seseorang memiliki kesempatan lebih besar untuk mengalami mobilitas sosial, baik vertikal yaitu perpindahan kedudukan yang lebih
tinggi atau lebih rendah, maupun horizontal yaitu perpindahan ke pekerjaan lain yang setingkat.
7. Pola interaksi sosial
Pada masyarakat pedesaan, yang sangat berperan dalam interaksi dan hubungan sosial adalah motif- motif sosial.
8. Solidaritas sosial
Solidaritas pada masyarakat pedesaan timbul karena adanya kesamaan kesamaan kemasyarakatan, seperti kesamaan adat kebiasaan, kesamaan tujuan, dan kesamaan pengalaman.
Sebaliknya solidaritas pada masyarakat perkotaan justru terbentuk karena adanya
perbedaan-perbedaan dalam masyarakat, sehingga orang terpaksa masuk ke dalam kelompok-kelompok tertentu, misalnya saja serikat buruh, pengusaha, ataupersatuan artis.
9. Kedudukan dalam hierarki
sistem administrasi nasional

Masyarakat desa saat ini tak ingin menjadi petani, walau pekerjaan masyarakat desa umumnya petani, menurut saya hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi yang membuat tenaga dari petani tersebut digantikan oleh mesin-mesin canggih yang bekerja lebih cepat. Selain itu juga karena import bahan-bahan dari luar negeri, akibatnya bahan-baham yang dari dalam negeri tidak diperhatikan dan tidak dikembangkan.

Sumber:
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Masyarakat

seputargunadarmauniversity.blogspot.com/2014/11/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat_27.html?m=1.     

http://hedisasrawan.blogspot.com/2014/07/20-pengertian-kota-menurut-para-ahli.html

Tugas 6: Ilmu Sosial Dasar

Pelapisan Sosial

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial
( social stratification ) adalah pembedaan
atau pengelompokan para anggota
masyarakat secara vertikal (bertingkat). Pelapisan Sosial biasa disebut juga dengan Social Stratification. Istilah
Stratifikasi atau Stratification berasal dari
kata STRATA atau STRATUM yang berarti
LAPISAN. Sejumlah individu yang mempunyai kedudukan (status) yang sama menurut ukuran masyarakatnya,
dikatakan berada dalam suatu lapisan atau stratum.
Terdapat 2 definisi tentang pelapisan
masyarakat, antara lain :
• Pitirim A. Sorokin
“Pelapisan masyarakat adalah perbedaan
penduduk atau masyarakat ke dalam
kelas-kelas yang tersusun secara
bertingkat (hierarchis).”
• Theodorson dkk dalam Dictionary of
Siciology
“Pelapisan masyarakat berarti jenjang
status dan peranan yang relative
permanent yang terdapat di dalam system
social (dari kelompok kecil sampai ke
masyarakat) di dalam hal pembedaan hak,
pengaruh, dan kekuasaan.

Di Indonesia terjadi pelapisan sosial yang sangat kentara, itu terjadi akibat beberapa faktor yang menyebabkan dia menonjol yaitu:
Ukuran kekayaan
Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat
dijadikan ukuran penempatan anggota
masyarakat ke dalam lapisan-lapisan
sosial yang ada, barang siapa memiliki
kekayaan paling banyak mana ia akan
termasuk lapisan teratas dalam sistem
pelapisan sosial, demikian pula
sebaliknya, yang tidak mempunyai
kekayaan akan digolongkan ke dalam
lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut
dapat dilihat antara lain pada bentuk
tempat tinggal, benda-benda tersier
yang dimilikinya, cara berpakaiannya,
maupun kebiasaannya dalam berbelanja,serta kemampuannya dalam berbagi kepada sesama Ukuran kekuasaan dan wewenang Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat
biasanya dapat menguasai orang-orang
lain yang tidak kaya, atau sebaliknya,
kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

Ukuran kehormatan
Ukuran kehormatan dapat terlepas dari
ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional , biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat , para orang tua ataupun orang-orang yang
berprilaku dan berbudi luhur. Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran ilmu pengetahuan
sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang,
misalnya dokter, insinyur, doktorandus,
doktor ataupun gelar profesional seperti
profesor. Namun sering timbul akibat-
akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-
gelar yang disandang tersebut lebih
dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang
yang berusaha dengan cara-cara yang
tidak benar untuk memperoleh gelar
kesarjanaan, misalnya dengan membeli
skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

Contoh Pelapisan Sosial:
1. Pada masyarakat kota aspek kehidupan
pekerjaan, ekonomi, atau social politik
lebih banyak system pelapisannya
dibandingkan dengan di desa.
2. Pada masyarakat desa kesenjangan
(gap) antara klas eksterm dalam piramida
social tidak terlalu besar.
3. Pada masyarakat kota antara klas
eksterm yang kaya dan miskin cukup
besar. Di daerah pedesaan tingkatannya
hanya kaya dan miskin saja.
4. Pada umumnya masyarakt pedesaan
cenderung berada pada klas menengah
menurut ukuran desa, sebab orang kaya
dan orang miskin sering bergeser ke kota.
Kepindahan orang miskin ini disebabkan
tidak mempunyai tanah, mencari pekerjaan
ke kota atau ikut transmigrasi. Apa yang
dibutuhkan dan diinginkan dari golongan
miskin ini sering desa tidak mampu
mengatasinya.

Sumber:
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial
http://wasnudin.blogdetik.com/2010/11/11/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat/
http://iamyuqo.wordpress.com/2013/01/18/lapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat-masyarakat/


Sabtu, 15 November 2014

Tugas 5: Ilmu Sosial Dasar

I. Dasar hukum di Indonesia

1. Hukum dasar yang tidak tertulis
(Convensi)
Hukum dasar yang tidak tertulis atau
sering disebut convensi, merupakan
aturan-aturan dasar yang timbul dan
terpelihara dalam praktek
penyelenggaraan negara. Convensi ini
merupakan pelengkap dari aturan-
aturan dasar yang belum tercantum dalam
Undang-Undang Dasar dan diterima oleh
seluruh rakyat dan tidak boleh
bertentangan dengan Undang-Undang
Dasar. Dalam praktek penyelenggaraan negara yang sudah menjadi hukum dasar tidak tertulis, yaitu Pidato kenegaraan
Presiden di depan sidang DPR Setiap
tanggal 16 Agustus, penyampaian
pertanggungjawaban Presiden di depan
MPR dan Penilian MPR terhadap pertanggung jawaban tersebut. Rancangan GBHN oleh
Presiden pada MPR.

2. Konstitusi
Istilah konstitusi berasal dari bahasa
Inggris “Constitution” dan bahasa
Belanda “Constitute” yang diterjemahkan dengan Undang-Undang
Dasar, sesuai dengan kebiadaan orang Belanda dan Jerman dalam perbincangan sehari-hari menggunakan istilah Groundwet (Ground = Dasar, Wet = Undang-undang) keduanya menunjukkan naskah tertulis.

II. Kedudukan dan Peran

Pada diri seseorang melekat status social
dan peran sosial. Tidak ada peran
tanpa kedudukan dan tidak ada
kedudukan tanpa peran. Setiap orang
mempunyai peran tertentu sesuai dengan status sosial yang disandangnya. Peran sosial merupakan dinamika dari status sosial. Peran sosial berisi tentang hak dan
kewajiban dari status sosial. Antara
peran dan status sudah tidak dapat
dipisahkan lagi. Peran memiliki fungsi
mengatur perilaku individu yang
berhubungan dengan status sosialnya.
Status sosial yang berbeda menyebabkan
terjadinya peran sosial yang berbeda
pula. Peran sosial adalah suatu tingkah laku yang diharapkan dari individu sesuai dengan status sosial yang disandangnya, sehingga peran dapat berfungsi pula untuk mengatur perilaku seseorang. Peran sosial pada seseorang dapat berbeda-beda ketika ia menyandang status yang berbeda. Peran diatur oleh norma-norma yang berlaku. Kedudukan (status) dan peranan merupakan dua unsur yang memiliki arti penting bagi sistem sosial. Orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam
struktur masyarakat dibandingkan
dengan orang yang status sosialnya rendah. Setiap masyarakat mempunyai sesuatu yang dihargai, bisa berupa kepandaian, kekayaan, kekuasaan, profesi,
keaslian keanggotaan masyarakat dan
sebagainya. Selama manusia
membeda-bedakan penghargaan
terhadap sesuatu yang dimiliki tersebut,
pasti akan menimbulkan lapisan-lapisan
dalam masyarakat. Semakin banyak
kepemilikan, kecakapan masyarakat
atau seseorang terhadap sesuatu yang
dihargai, semakin tinggi kedudukan
atau lapisannya. Sebaliknya bagi mereka
yang hanya mempunyai sedikit atau
bahkan tidak memiliki sama sekali,
maka mereka mempunyai kedudukan dan
lapisan yang rendah.  Dengan demikian
dapat diketahui bahwa stratifikasi social
menyebabkan peran dan status seseorang
berbeda dalam masyarakat. Dalam
masyarakat dapat menjumpai orang-
orang yang termasuk golongan kaya, sedang, dan miskin. Penggolongan tersebut menunjukkan bahwa di dalam
masyarakat terdapat tingkatan-tingkatan
yang membedakan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Dan hal
tersebut menyebabkan status dan peran
masing-masing orang berbeda. Dengan
adanya hal tersebut saya tertarik untuk
membahas tentang status dan peran,
dan keterkaitan antara status dan peran
dengan stratifikasi social.

III. Kedudukan dan Peran kita sebagai
warga indonesia

Sebgai warga negara Indonesia, kita mempunyai kedudukan dan peran, adapun kedudukan kita sebagai wni yaitu, kita mempunyai hak dan kewajibam yang berhak kita terima dan wajib kita laksanakan. Sedangkan perannya, ialah kita harus bisa menjaga nama baik Indonesia dimanapun kita berada, harus membanggakan nama Indonesia.

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Hukum_di_Indonesia
http://kelompok8rear.blogspot.in/?m=1

Tugas 4: Ilmu Sosial Dasar

I.       Gambaran Pemuda Pemudi Indonesia Saat Ini

A.Secara Positif
       Gambaran pemuda secara positif erat kaitannya dengan prestasi. Banyak pemuda pemudi bangsa yang sudah mengharumkan nama Indonesia,  yang karena prestasinya kita jadi kagum dan bangga dengan mereka dan Indonesia. Misalnya saja mobil Esemka yang dirakit oleh para pelajar SMK se-Indonesia, yang bahkan mobilnya dipakai oleh walikota Solo pada waktu itu, sebuah kebanggaan pastinya bisa memakai produk dalam negeri. Contoh lainnya, ada sangat banyak pelajar Indonesia yang ikut olimpiade tingkat internasional. Tidak hanya ikut, tapi mereka juga menunjukkan kemampuannya dengan mendapat medali, bahkan medali emas. Ada juga yang karena kemampuannya bisa dapat beasiswa dan sekolah di luar negeri. Di samping prestasi akademik, ada banyak juga prestasi non akademik, misalnya salah satu pemain sepak bola Indonesia yang mendapat tawaran untuk bermain di luar negeri, ada juga para pemain bulu tangkis muda kita yang kalau pulang bertanding dari luar negeri pasti membawa medali. Contoh lain juga pada musisi muda Indonesia yang sudah bisa membawa nama Indonesia di luar negeri bahkan sudah dikenal di sana. Seperti sebuah pencapaian bahwa pemuda pemudi Indonesia bisa.

  B. Negatif
      Layaknya manusia biasa, pemuda pemudi Indonesia tidak hanya dilihat dari sisi positifnya saja, tapi juga dari sisi negatifnya. Contohnya saja tawuran antar pelajar yang sering sekali terjadi di daerah Jakarta. Di saat pelajar di daerah lain bersusah payah untuk pergi ke sekolah bahkan harus menantang maut, pelajar di sini dengan fasilias yang memadai, yang tidak perlu menyebrang jembatan yang sudah mau roboh seperti tarzan malah tawuran. Contoh lainnya adalah fenomena bertindak dulu baru berpikir, entah mereka berpikir juga atau tidak. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, kasus pembunuhan terhadap mantan pacar karena dendam dan cemburu. Ada juga kasus lain yang karena perkembangan teknologi saat ini, mereka bisa mengakses media sosial dengan mudah. Akibatnya karena mau eksis apa saja dibagikan di media sosial tanpa berfikir panjang efeknya. Kasus lainnya adalah penyalahgunaan obat-obatan terlarang, bahkan sampai saat ini sudah sangat banyak pemuda pemudi Indonesia yang terjerat kasus ini. Banyak dari mereka yang menghabiskan waktu luangnya dengan cara dan orang yang salah.

II.      Pemerataan Pendidikan di Indonesia

Kalau kita berbicara tentang gambaran pemuda pemudi secara positif, yang terlintas di benak kita pastilah tentang pendidikan. Kenapa pendidikan? Karena memang pendidikan jadi hal terpenting untuk para pemuda pemudi yang katanya masa depan ada di tangan mereka ini. Sadar akan pentingnya pendidikan ini, maka sudah seharusnya pendidikan di Indonesia diperbaiki lagi kualitasnya. Tidak hanya kualitasnya, tapi juga pemerataannya.
Saat ini pemerataan pendidikan di Indonesia terkesan tidak merata, mengapa demikian? Kita lihat faktor-faktor yang membuat pendidikan di Indonesia tidak merata.

1   Sarana fisik
Sarana fisik bisa berupa gedung sekolah, laboratorium, perpustakaan. Masih banyak sekolah- sekolah di Indonesia, khususnya di daerah yang tidak mempunya fasilitas tersebut, bahkan gedungnya pun ada yang sudah tidak layak dan tidak bisa menampung siswa lagi.

2  Kualitas dan kuantitas tenaga pengajar
Tenaga pengajar menjadi hal yang paling utama dalam pendidikan, terutama yang berkualitas. Tapi masih banyak sekolah-sekolah di daerah pedalaman yang tidak mempuyai tenaga pengajar yang cukup. Misalnya saja di Indonesia Timur, mereka membutuhkan tenaga pengajar dari daerah lain.

3  Kesempatan belajar
Kesempatan belajar bagi peserta didik yang berada di daerah sangat rendah karena fasilitas penunjangnya tidak tersedia. Contohnya saja kita mendapati anak-anak yang semangat belajarnya tinggi di daerah Indonesia Timur sana, tapi karena belum ada sekolah yang masuk ke daerah mereka, mereka tidak bisa bersekolah.

III. Saran
Sebaiknya, sebagai pemuda harapan bangsa, kita memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya, tidak dengan hal yang sia-sia, kretif dan kritis, idealis, dan punya motivasi yang baik untuk masa depannya. Melakukan apa yang menjadi tanggungjawab kita dengan sebaik-baiknya, misalnya kita saat ini masih jadi pelajar, jadilah pelajar yang baik karena suatu saat nanti apa yang kita pelajari akan sangat berguna, bukan hanya untuk kepentingan kita sendiri, tapi juga untuk kepentingan bangsa ini.

Sumber: http://www.nyunyu.com/main-article/detail/7-karakter-yang-kita-kangenin-dari-pemuda-pemudi-indonesia
http://edukasi.kompasiana.com/2014/08/19/kurangnya-pemerataan-pendidikan-indonesia-669344.html

Jumat, 14 November 2014

Tugas 2 - Pengantar Komputer B

Nama : Tria Eka Fitri
Npm : 1A314857
1TA02 - Teknik Sipil
 Pengantar Komputer B

 Download :
Pengantar Komputer B

Rabu, 12 November 2014

Tugas 1 Komputer dan Praktek B

excel611

Nama: Tria Eka Fitri
Kelas: 1TA02
Jurusan: Teknik Sipil
NPM: 1A314857

Jumat, 17 Oktober 2014

Tugas 3: Ilmu Sosial Dasar

Pengertian individu, keluarga dan masyarakat.

1.individu
Individu merupakan unit terkecil
pembentuk masyarakat .Dalam ilmu
sosial , individu berarti juga bagian
terkecil dari kelompok masyarakat yang
tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian
yang lebih kecil. Sebagai contoh,
suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan
anak . Ayah merupakan individu dalam
kelompok sosial tersebut, yang sudah
tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan
yang lebih kecil.
Pada dasarnya, setiap individu memiliki
ciri-ciri yang berbeda.Individu yang
saling bergabung akan membentuk
kelompok atau masyarakat. Individu
tersebut akan memiliki karakteristik yang
sama dengan kelompok dimana dirinya
bergabung.

2. keluarga
Keluarga (bahasa Sanskerta : "kulawarga";
"ras" dan "warga" yang berarti "anggota")
adalah lingkungan yang terdapat
beberapa orang yang masih memiliki
hubungan darah.
Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri
dari sejumlah individu, memiliki
hubungan antar individu, terdapat ikatan,
kewajiban, tanggung jawab di antara
individu tersebut.
Keluarga adalah unit terkecil dari
masyarakat yang terdiri atas kepala
keluarga dan beberapa orang yang
terkumpul dan tinggal di suatu tempat di
bawah suatu atap dalam keadaan saling
ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di
dalam keluarga terdapat dua atau lebih
dari dua pribadi yang tergabung karena
hubungan darah, hubungan perkawinan
atau pengangkatan, di hidupnya dalam
satu rumah tangga, berinteraksi satu
sama lain dan di dalam perannya
masing-masing dan menciptakan serta
mempertahankan suatu kebudayaan.
Durkheim berpendapat bahwa
keluarga adalah lembaga sosial sebagai
hasil faktor-faktor politik , ekonomi
dan keluarga.
Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh
pendidikan berpendapat bahwa
keluarga adalah kumpulan beberapa
orang yang karena terikat oleh satu
turunan lalu mengerti dan merasa
berdiri sebagai satu gabungan yang
h akiki, esensial, enak dan berkehendak
bersama-sama memperteguh gabungan
itub untuk memuliakan masing-masing
anggotanya.

3. masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah
society ) adalah sekelompok orang yang
membentuk sebuah sistem semi tertutup
(atau semi terbuka), dimana sebagian
besar interaksi adalah antara individu-
individu yang berada dalam kelompok
tersebut. Kata "masyarakat" sendiri
berakar dari kata dalam bahasa Arab,
musyarak. Lebih abstraknya, sebuah
masyarakat adalah suatu jaringan
hubungan-hubungan antar entitas-
entitas. Masyarakat adalah sebuah
komunitas yang interdependen (saling
tergantung satu sama lain). Umumnya,
istilah masyarakat digunakan untuk
mengacu sekelompok orang yang hidup
bersama dalam satu komunitas yang
teratur.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani,
sekelompok manusia dapat dikatakan
sebagai sebuah masyarakat apabila
memiliki pemikiran, perasaan, serta
sistem/aturan yang sama. Dengan
kesamaan-kesamaan tersebut, manusia
kemudian berinteraksi sesama mereka
berdasarkan kemaslahatan.
Ada juga beberapa pengertian masyarakat :
a. Menurut Selo Sumarjan (1974)
masyarakat adalah orang-orang yang
hidup bersama yang
menghasilkan kebudayaan
b. Menurut Koentjaraningrat (1994)
masyarakat adalah kesatuan hidup
manusia yang berinteraksi
menurut suatu sistem adat istiadat
tertentu yang bersifat kontinyu dan
terikat oleh suatu rasa identitas yang
sama.
c. Menurut Ralph Linton (1968)
masyarakat adalah setiap kelompok
manusia yang hidup dan bekerja sama
dalam waktu yang relatif lama dan
mampu membuat keteraturan dalam
kehidupan bersama dan mereka
menganggap sebagai satu kesatuan
sosial.
d. Menurut Karl Marx, masyarakat
adalah suatu struktur yang menderita
suatu ketegangan organisasi atau
perkembangan akibat adanya
pertentangan antara kelompok-
kelompok yang terbagi secara ekonomi
e. Menurut Emile Durkheim,
masyarakat merupakan suau kenyataan
objektif pribadi-pribadi yang
merupakan anggotanya.
f. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt ,
masyarakat merupakan kumpulan
manusia yang relatif mandiri, hidup
bersama-sama dalam waktu yang
cukup lama, tinggal di suatu wilayah
tertentu, mempunyai kebudayaan sama
serta melakukan sebagian besar
kegiatan di dalam kelompok /
kumpulan manusia tersebut.

Fungsi keluarga dalam masyarakat.

Dalam suatu wadah kecil dimana orang-
orang dapat berkumpul dan berbagi
cerita, keluarga memiliki peranan yang
sangat kuat dalam masyarakat,
khususnya masyarakat Indonesia sendiri.
Kenapa saya ingin membahasnya?
jawaban yang paling tepat adalah karena
sebagian besar warga Indonesia memiliki
jiwa sosial dan gotong-royong yang
kuat. Sebagai salah satu contohnya
dalam merayakan hari raya Idul Fitri
dimana orang-orang/para tetangga
saling bermaaf-maafan dengan keliling
kampung tanpa adanya perbedaan kasta.
Tetapi mengapa di negara kita ini masih
banyak diskriminasi dan perselisihan
antar suku, agama, dll, walaupun negara
kita disebut sebagai negara yang
bermatabat tinggi dan memiliki etika
yang kuat? Karena masih adanya oknum-
oknum yang menuntut kebebasan dan
rasa ketidakpuasaan terhadap keadaan
negara kita ini, meskipun kita negara
besar tetapi kita memiliki tingkat
kemiskinan penduduk yang tinggi
sehingga dapat menimbulkan perpecahan
suku dan pertikaian yang terjadi, ada
juga yang ingin merusak persaudaraan di
negeri tercinta ini, Jadi dengan
kelurgalah kita dapat merasakan gotong-
royong dan kebersamaan yang kuat
sehingga membentuk rasa nasionalisme
yang tinggi terhadap negara kita.

Sedangkan fungsi keluarga dalam
masyarakat secara khusus antara lain:
- Menjaga keharmonisan antar sesama.
- Membuat stabilitas terhadap seluruh
aspek kegiatan masyarakat.
- Menciptakan suasana kebersamaan
yang kuat
- Membantu sesama bagi yang memiliki
kesulitan
- Mengatur perekonomian dalam
masyarakat.
- memecahkan masalah secara bersama-
sama.

Pandangan anda tentang urbanisasi di Indonesia beserta contoh urbanisasi yang berhasil dan gagal.

Tingkat urbanisasi penduduk di Indonesia pada 2010 hingga 2035 diperkirakan
mencapai 66,6 persen. Urbanisasi yang sering terjadi di Indonesia biasanya dari desa ke kota. Hal ini disebabkan oleh kurangnya lahan pekerjaan di pedesaan sehingga penduduk lebih memilih pindah ke perkotaan yang lahan pekerjaabnya lebuh besar. Selain itu, dana pembangunan pemerintah yang tidak merata menyebabkan penduduk desa mengalami masalah kemiskinan. Oleh kareba itu banyak penduduk yang pindah ke kota untuk mencari kehidupan yang lebih layak.

Perkembangan di kota akan berhasil apabila ada perpindahan orang-orang dari desa ke kota, apabila tidak ada urbanisasi maka kota tersebut tidak akan berkembang.
Sebaliknya, urbanisasi tersebut akan mengalami kegagalan seperti kemiskinan, kepadatan penduduk, dan kekurangan lahan pekerjaan.

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Keluarga
http://id.m.wikipedia.org/wiki/masyarakat
http://id.m.wikipedia.org/wiki/individu
http://keripiku.blogspot.com/2010/11/pengertian-individu-keluarga-dan.html?m=1
http://rvanny.blogspot.com/2011/12/fungsi-keluarga-dalam-masyarakat.html?m=1

Nama: Tria Eka Fitri
Kelas: 1TA02
Npm: 1A314857

Sabtu, 11 Oktober 2014

Tugas 2: Ilmu Sosial Dasar

1. Pendeskripsian/penjelasan mengenai pertumbuhan penduduk di dunia secara umuj yang terjadi saat ini.

  Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan
penduduk , dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia. Selain itu pertumbuhan penduduk dapat diartikan sebagai perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya.

2. Mengapa pertumbuhan penduduk di Asia berada pada tahap yang mengkhawatiran?

  Berdasarkan laporan PBB, hingga tahun 2050 Afrika dan Asia akan memimpin dalam laju pertumbuhan penduduk kota. Populasi warga kota Afrika dari 414 juta menjadi 1,2 miliar dan populasi penduduk kota di Asia dari 1,9 miliar menjadi 3,3 miliar orang. Dengan demikian kedua benua ini secara global akan mengalami pertumbuhan penduduk kota sekitar 86 persen dari penduduk dunia. Selain itu karena Asia merupakan benua terbesar dan banyak negara-negara berkembang didalamnya yang menyebankan pertumbuhan penduduknya juga semakin berkembang. Masalah kependudukan
adalah jumlah penduduk yang besar
dan distribusi yang tidak merata. Hal
ini dibarengi dengan masalah lain yang
lebih spesifik, yaitu angka fertilitas dan angka mortalitas yang relatif tinggi.

3. Apakah hal yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk tersebut?

   Pertambahan penduduk pada dasarnya
dipengaruhi oleh faktor – faktor demografi sebagai berikut :
1. Kematian (Mortalitas)
2. Kelahiran (Natalitas)
3. Migrasi (Mobilitas)

   Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk dinamakan faktor non alami. Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor
tersebut diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate adalah ukuran frekuensi suatu penyakit atau peristiwa/kejadian
tertentu yang terjadi pada suatu populasi selama periode waktu tertentu, dibandingkan dengan jumlah penduduk
yang menanggung resiko tersebut.

1. Kematian
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda
kehidupan manusia secara permanen.
Kematian bersifat mengurangi jumlah
penduduk dan untuk menghitung
besarnya angka kematian caranya hampir
sama dengan perhitungan angka
kelahiran. Banyaknya kematian sangat
dipengaruhi oleh faktor pendukung
kematian (pro mortalitas) dan faktor
penghambat kematian (anti mortalitas).
a.) Faktor pendukung kematian (pro
mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah
kematian semakin besar. Yang termasuk
faktor ini adalah:
- Sarana kesehatan yang kurang
memadai.
- Rendahnya kesadaran masyarakat
terhadap kesehatan
- Terjadinya berbagai bencana alam
- Terjadinya peperangan
- Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan
industri
- Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
b.) Faktor penghambat kematian (anti
mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat
kematian rendah. Yang termasuk faktor
ini adalah:
- Lingkungan hidup sehat.
- Fasilitas kesehatan tersedia dengan
lengkap.
- Ajaran agama melarang bunuh diri dan
membunuh orang lain.
- Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
- Semakin tinggi tingkat pendidikan
penduduk.

2. Kelahiran ( Natalitas )
Kelahiran bersifat menambah jumlah
penduduk. Ada beberapa faktor yang
menghambat kelahiran (anti natalitas)
dan yang mendukung kelahiran (pro
natalitas)
Faktor – faktor penunjang tingginya
angka natalitas dalam suatu negara
antara lain :
1.Kepercayaan dan agama
Faktor kepercayaan mempengaruhi orang
dalam penerimaan KB. Ada agama atau
kepercayaan tertentu yang tidak
membolehkan penganutnya mengikuti
KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti
kelahiran lebih banyak dibanding bila
peserta KB banyak
2.Tingkat pendidikan
Semakin tinggi orang sekolah berarti
terjadi penundaan pernikahan yang
berarti pula penundaan kelahiran. Selain
itu pendidikan mengakibatkan orang
merencanakan jumlah anak secara
rasional.
3.Kondisi perekonomian
Penduduk yang perekonomiannya baik
tidak memikirkan perencanaan jumlah
anak karena merasa mampu mencukupi
kebutuhannya. Jika suatu negara berlaku
seperti itu maka penduduknya menjadi
banyak.
4.Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah mempengaruhi
apakah ada pembatasan kelahiran atau
penambahan jumlah kelahiran. Selain itu
kondisi pemerintah yang tidak stabil
misalnya kondisi perang akan
mengurangi angka kelahiran
5.Adat istiadat di masyarakat
Kebiasaan dan cara pandang masyarakat
mempengaruhi jumlah penduduk.
Misalnya nilai anak, ada yang
menginginkan anak sebanyak-
banyaknya, ada yang menilai anak laki-
laki lebih tinggi dibanding perempuan
atau sebaliknya, sehingga mengejar
untuk mendapatkan anak laki-laki atau
sebaliknya.
6.Kematian dan kesehatan
Kematian dan kesehatan berkaitan
dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan
yang baik memungkinkan bayi lebih
banyak yang hidup dan kematian bayi
yang rendah akan menambah pula
jumlah kelahiran.
7.Struktur Penduduk
Penduduk yang sebagian besar terdiri
dari usia subur, jumlah kelahiran lebih
tinggi dibandingkan yang mayoritas usia
non produktif (misalnya lebih banyak
anak-anak dan orang-orang tua usia).
Untuk menentukan jumlah kelahiran
dalam satu wilayah digunakan angka
kelahiran (Fertilitas). Angka kelahiran
yaitu angka yang menunjukkan rata-rata
jumlah bayi yang lahir setiap 1000
penduduk dalam waktu satu tahun.

3. Migrasi
Migrasi penduduk adalah perpindahan
penduduk dari tempat yang satu ke
tempat lain. Dalam mobilitas penduduk
terdapat migrasi internasional yang
merupakan perpindahan penduduk yang
melewati batas suatu negara ke negara
lain dan juga migrasi internal yang
merupakan perpindahan penduduk yang
berkutat pada sekitar wilayah satu negara
saja.
Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :
1. Persediaan sumber daya alam
2. Lingkungan social budaya
3. Potensi ekonomi
4. Alat masa depan
Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun
adalah usia subur bagi wanita. Pada usia
itulah wanita mempunyai kemungkinan
untuk dapat melahirkan anak.


Sumber: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_penduduk

http://www.pekalongankab.go.id/fasilitas-web/artikel/sosial-budaya/2554-laju-pertumbuhan-penduduk-dunia-antara-kekhawatiran-dan-harapan.html

http://mayamaranatha.blogspot.com/2013/04/masalah-kependudukan-dan-penanggulangan.html?m=1

http://vionasasya.blogspot.com/2012/01/pengertian-pertumbuhan-pendudkfaktor.html?m=1http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/pertumbuhan-penduduk-2/




Rabu, 01 Oktober 2014

Tugas 1: Ilmu Sosial Dasar

1.  Apakah itu Ilmu Sosial Dasar?

    Ilmu Sosial Dasar, atau yang bisa disingkat ISD mempunyai pengetian umum yaitu: Ilmu pengetahuan untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia tentang masalah-masalah sosial yang terjadi pada masyarakat dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, dan teori) yang berasal dari gabungan disiplin ilmu-ilmu sosial. Ilmu-ilmu sosial tersebut adalah : sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikokologi sosial. Dengan begitu antara ilmu-ilmu sosial dan ilmu sosial dasar tidak ada perbedaan yang prinsipil.

   Sedangkan menurut para ahli, pengertian Ilmu Sosial Dasar:
A. LEWIS
Ilmu Sosial Dasar adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya

B. KEITH JACOBS
Ilmu Sosial Dasar adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah situs komunitas

C. RUTH AYLETT
Ilmu Sosial Dasar adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap inheren dan terintegrasi

D. PAUL ERNEST
Ilmu Sosial Dasar adalah lebih dari sekedar jumlah manusia secara individu karena mereka terlibat dalam berbagai kegiatan bersama

E. PHILIP WEXLER
Ilmu Sosial Dasar adalah sifat dasar dari setiap individu manusia

F. ENDA M. C
Ilmu Sosial Dasar adalah cara tentang bagaimana para individu saling berhubungan

G. LENA DOMINELLI
Ilmu Sosial Dasar adalah merupakan bagian yang tidak utuh dari sebuah hubungan manusia sehingga membutuhkan pemakluman atas hal-hal yang bersifat rapuh di dalamnya

H. PETER HERMAN
Ilmu Sosial Dasar adalah sesuatu yang dipahami sebagai suatu perbedaan namun tetap merupakan sebagai satu kesatuan

I. ENGIN FAHRI
Ilmu Sosial Dasar adalah sebuah inti dari bagaimana para individu berhubungan walaupun masih juga diperdebatkan tentang pola berhubungan para individu

Sumber: http://blog-pinta.blogspot.com/2012/11/tugas-1pengertian-ilmu-sosial-dasar.html



2. ISD dan IPS, Apakah mempunyai perbedaan dan persamaan?
    Semua orang pasti sering mendengar kata-kata Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Walaupun sama-sama menggunakan kata “Sosial”, ISD dan IPS tentu mempunyai persamaan dan perbedaan. Perbedaan antara ISD dan IPS ini, antara lain:
  1. Ilmu sosial dasar diberikan di Perguruaan Tinggi, Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan.
  2. Ilmu sosial dasar merupakan mata kuliah tunggal sedangkan ilmu pengetahuan sosial dasar merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran(untuk sekolah lanjutan).
  3. Ilmu Sosial dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang ilmu pengetahuan social diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.
Sementara persamaan antara ISD dan IPS yaitu:

  1. Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan.
  2. Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.
  3. Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.
Sumber: https://nathaniaseptavy.wordpress.com/tag/perbedaan-dan-persamaan-isd-dan-ips/

Nama: Tria Eka Fitri
NPM: 1A314857
Kelas: 1TA02