Senin, 09 Maret 2015

ILMU BUDAYA DASAR

           Ilmu Budaya Dasar adalah Ilmu yang membicarakan tentang nilai - nilai, kebudayaan dan berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari - hari. Ilmu Budaya Dasar ini dirasa penting karena kenyataan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku dengan segala keanekaragaman budaya yang biasanya tidak lepas dari kesukuan, keadaerahan dan kesenian. Proses pembangunan yang sedang berlangsung menimbulkan banyak perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga manusia mulai terpengaruh karena nilai budaya ini  ialah timbulnya konflik dalam kehidupan.
           Kembali ke paragraf pertama, kebudayaan sendiri mempunyai pegertian menurut pendapat sarjana sosial yaitu:
1. Selo Sumarjan dan Soelaeman soemardi
    kebudayaan adalah semua hasis karya, rasa dan cipta masyarakat. karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebdyaan jasmaniah.

2. E.B.Tylor
    Kebudayaa adalah kompleks yang mecakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,hukum, adat istiadat, rasa dan kemampuan lain serta kebiasaan yag didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Serta berbaga pendapat lain menurut Sutan Takdir Alisyahbana, Koenjaningrat, C.A.VAn Peursen dan lain lain.

         Tujuan dari Ilmu Budaya dasar sendiri yaitu dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsepn- konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah - masalah manusia dan kebudayaan. Selai itu juga untuk mengembangkan kepribadian manusia dengan cara memperluas wawasan pemikira serta kritikal terhadap nilai - nilai budaya, baik orang laim, alam sekitar maupun diri sendiri.



Daftar Pustaka:
Nugroho, W. & Muchji, A. (1996). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Kamis, 08 Januari 2015

Tugas 7: Ilmu Sosial Dasar

Masyarakat Kota dan Desa

Pengertian masyarakat kota dan desa:
Masyarakat Indonesia merupakan
sebuah masyarakat yang majemuk.
Kemajemukan tersebut ditandai
dengan adanya keragaman suku
bangsanya. Pada umumnya di setiap
negara dan termasuk di Indonesia,
masyarakat dikategorikan menjadi dua
bagian, yaitu masyarakat perkotaan
dan masyarakat pedesaan. Masyarakat sendiri mempunyai pengertian yaitu sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu- individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas- entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Pengertian masyarakat kota:

1. Bintarti
Kota sebagai kesatuan jaringan kehidupan
manusia yang ditandai dengan kepadatan
penduduk yang tinggi dan diwarnai
dengan strata sosial ekonomi yang
heterogen serta coraknya materialistis.
Masyarakat kota terdiri atas penduduk asli
daerah tersebut dan pendatang Masyarakat kota merupakan suatu masyarakat yang heterogen, baik dalam hal mata pencaharian, agama, adat, dan
kebudayaan.
2. Louis Wirth
Kota adalah pemukiman yang relatif besar,
padat, dan permanen, dihuni oleh orang-
orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
3. Max Weber
Kota adalah suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian
besar kebutuhan ekonominya di pasar
lokal. Ciri kota adalah adanya pasar sebagai benteng serta mempunyai sistem
hukum tersendiri dan bersifat kosmopolitan.
4. Arnold Tonybee
Kota tidak hanya merupakan pemukiman
khusus tetapi merupakan suatu kekomplekan yang khusus dan setiap kota
menunjukkan perwujudan pribadinya
masing-masing.
5. Grunfield
Kota adalah suatu permukiman dengan
kepadatan penduduk yang lebih tinggi
daripada kepadatan penduduk nasional,
struktur mata pencaharian nonagraris, dan
sistem penggunaan tanah yang beraneka
ragam, serta ditutupi oleh gedung-gedung
tinggi yang lokasinya berdekatan.
6. Amos Rappoport
Amos Rappoport membagi definisi kota
menjadi dua definisi, yaitu definisi klasik
dan definisi moderen.

Pengertian masyarakat desao

1. Sutardjo
Suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri
2. Bintarto
Desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi, sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan
pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
3. Paul H. Landis
Desa merupakan daerah dengan jumlah
penduduknya kurang dari 2.500 jiwa.

Perbedaan Masyarakat Kota dan Desa

1. Jumlah dan kepadatan penduduk
Jumlah dan kepadatan penduduk di desa sedikit, tanah untuk keperluan perumahan cenderung ke arah horizontal, jarang ada
bangunan rumah bertingkat. Sedangkan kota memiliki penduduk yang jumlahnya lebih banyak dari pada desa.
2. Lingkungan hidup
Lingkungan hidup di pedesaan terasa lebih dekat dengan alam bebas. Udaranya bersih, sinar matahari cukup, tanahnya segar diselimuti berbagai jenis tumbuh-
tumbuhan dan berbagai satwa. Hal tersebut sangat berlainan dengan
lingkungan perkotaan yang sebagian besar dilapisi beton dan aspal, bangunan-bangunan menjulang tinggi saling berdesak- desakan dan kadang-kadang
berdampingan dan berhimpitan dengan gubug-gubug liar dan pemukiman yang padat.
3. Mata pencaharian
Kegiatan utama penduduk desa berada di sektor ekonomi primer yaitu bidang agraris. Kehidupan ekonomi terutama tergantung pada usaha pengelolaan tanah untuk keperluan pertanian, peternakan
dan termasuk juga perikanan darat. Sedangkan kota merupakan pusat
kegiatan sektor ekonomi sekunder yang meliputi bidang industri, disamping sektor ekonomi tertier yaitu bidang pelayanan jasa. Jadi kegiatan di desa adalah mengolah alam untuk memperoleh bahan-
bahan mentah, baik bahan kebutuhan pangan, sandang, maupun lain-lain bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan
pokok manusia. Sedangkan kota mengolah bahan-bahan mentah yang berasal dari desa menjadi bahan-bahan setengah jadi atau mengolahnya sehingga berwujud bahan jadi yang dapat segera
dikonsumsikan.
4. Corak kehidupan sosial
Corak kehidupan sosial di desa dapat dikatakan masih homogen. Sebaliknya di kota sangat heterogen, karena di sana saling bertemu berbagai suku bangsa,
agama, kelompok, dan masing-masing memiliki kepentingan yang
berlainan.
5. Stratifikasi sosial
Sistem pelapisan sosial (stratifikasi sosial) kota jauh lebih kompleks daripada di desa.
6. Mobilitas sosial
Mobilitas sosial di kota jauh lebih besar daripada di desa. Di kota, seseorang memiliki kesempatan lebih besar untuk mengalami mobilitas sosial, baik vertikal yaitu perpindahan kedudukan yang lebih
tinggi atau lebih rendah, maupun horizontal yaitu perpindahan ke pekerjaan lain yang setingkat.
7. Pola interaksi sosial
Pada masyarakat pedesaan, yang sangat berperan dalam interaksi dan hubungan sosial adalah motif- motif sosial.
8. Solidaritas sosial
Solidaritas pada masyarakat pedesaan timbul karena adanya kesamaan kesamaan kemasyarakatan, seperti kesamaan adat kebiasaan, kesamaan tujuan, dan kesamaan pengalaman.
Sebaliknya solidaritas pada masyarakat perkotaan justru terbentuk karena adanya
perbedaan-perbedaan dalam masyarakat, sehingga orang terpaksa masuk ke dalam kelompok-kelompok tertentu, misalnya saja serikat buruh, pengusaha, ataupersatuan artis.
9. Kedudukan dalam hierarki
sistem administrasi nasional

Masyarakat desa saat ini tak ingin menjadi petani, walau pekerjaan masyarakat desa umumnya petani, menurut saya hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi yang membuat tenaga dari petani tersebut digantikan oleh mesin-mesin canggih yang bekerja lebih cepat. Selain itu juga karena import bahan-bahan dari luar negeri, akibatnya bahan-baham yang dari dalam negeri tidak diperhatikan dan tidak dikembangkan.

Sumber:
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Masyarakat

seputargunadarmauniversity.blogspot.com/2014/11/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat_27.html?m=1.     

http://hedisasrawan.blogspot.com/2014/07/20-pengertian-kota-menurut-para-ahli.html

Tugas 6: Ilmu Sosial Dasar

Pelapisan Sosial

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial
( social stratification ) adalah pembedaan
atau pengelompokan para anggota
masyarakat secara vertikal (bertingkat). Pelapisan Sosial biasa disebut juga dengan Social Stratification. Istilah
Stratifikasi atau Stratification berasal dari
kata STRATA atau STRATUM yang berarti
LAPISAN. Sejumlah individu yang mempunyai kedudukan (status) yang sama menurut ukuran masyarakatnya,
dikatakan berada dalam suatu lapisan atau stratum.
Terdapat 2 definisi tentang pelapisan
masyarakat, antara lain :
• Pitirim A. Sorokin
“Pelapisan masyarakat adalah perbedaan
penduduk atau masyarakat ke dalam
kelas-kelas yang tersusun secara
bertingkat (hierarchis).”
• Theodorson dkk dalam Dictionary of
Siciology
“Pelapisan masyarakat berarti jenjang
status dan peranan yang relative
permanent yang terdapat di dalam system
social (dari kelompok kecil sampai ke
masyarakat) di dalam hal pembedaan hak,
pengaruh, dan kekuasaan.

Di Indonesia terjadi pelapisan sosial yang sangat kentara, itu terjadi akibat beberapa faktor yang menyebabkan dia menonjol yaitu:
Ukuran kekayaan
Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat
dijadikan ukuran penempatan anggota
masyarakat ke dalam lapisan-lapisan
sosial yang ada, barang siapa memiliki
kekayaan paling banyak mana ia akan
termasuk lapisan teratas dalam sistem
pelapisan sosial, demikian pula
sebaliknya, yang tidak mempunyai
kekayaan akan digolongkan ke dalam
lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut
dapat dilihat antara lain pada bentuk
tempat tinggal, benda-benda tersier
yang dimilikinya, cara berpakaiannya,
maupun kebiasaannya dalam berbelanja,serta kemampuannya dalam berbagi kepada sesama Ukuran kekuasaan dan wewenang Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat
biasanya dapat menguasai orang-orang
lain yang tidak kaya, atau sebaliknya,
kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

Ukuran kehormatan
Ukuran kehormatan dapat terlepas dari
ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional , biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat , para orang tua ataupun orang-orang yang
berprilaku dan berbudi luhur. Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran ilmu pengetahuan
sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang,
misalnya dokter, insinyur, doktorandus,
doktor ataupun gelar profesional seperti
profesor. Namun sering timbul akibat-
akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-
gelar yang disandang tersebut lebih
dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang
yang berusaha dengan cara-cara yang
tidak benar untuk memperoleh gelar
kesarjanaan, misalnya dengan membeli
skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

Contoh Pelapisan Sosial:
1. Pada masyarakat kota aspek kehidupan
pekerjaan, ekonomi, atau social politik
lebih banyak system pelapisannya
dibandingkan dengan di desa.
2. Pada masyarakat desa kesenjangan
(gap) antara klas eksterm dalam piramida
social tidak terlalu besar.
3. Pada masyarakat kota antara klas
eksterm yang kaya dan miskin cukup
besar. Di daerah pedesaan tingkatannya
hanya kaya dan miskin saja.
4. Pada umumnya masyarakt pedesaan
cenderung berada pada klas menengah
menurut ukuran desa, sebab orang kaya
dan orang miskin sering bergeser ke kota.
Kepindahan orang miskin ini disebabkan
tidak mempunyai tanah, mencari pekerjaan
ke kota atau ikut transmigrasi. Apa yang
dibutuhkan dan diinginkan dari golongan
miskin ini sering desa tidak mampu
mengatasinya.

Sumber:
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial
http://wasnudin.blogdetik.com/2010/11/11/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat/
http://iamyuqo.wordpress.com/2013/01/18/lapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat-masyarakat/


Sabtu, 15 November 2014

Tugas 5: Ilmu Sosial Dasar

I. Dasar hukum di Indonesia

1. Hukum dasar yang tidak tertulis
(Convensi)
Hukum dasar yang tidak tertulis atau
sering disebut convensi, merupakan
aturan-aturan dasar yang timbul dan
terpelihara dalam praktek
penyelenggaraan negara. Convensi ini
merupakan pelengkap dari aturan-
aturan dasar yang belum tercantum dalam
Undang-Undang Dasar dan diterima oleh
seluruh rakyat dan tidak boleh
bertentangan dengan Undang-Undang
Dasar. Dalam praktek penyelenggaraan negara yang sudah menjadi hukum dasar tidak tertulis, yaitu Pidato kenegaraan
Presiden di depan sidang DPR Setiap
tanggal 16 Agustus, penyampaian
pertanggungjawaban Presiden di depan
MPR dan Penilian MPR terhadap pertanggung jawaban tersebut. Rancangan GBHN oleh
Presiden pada MPR.

2. Konstitusi
Istilah konstitusi berasal dari bahasa
Inggris “Constitution” dan bahasa
Belanda “Constitute” yang diterjemahkan dengan Undang-Undang
Dasar, sesuai dengan kebiadaan orang Belanda dan Jerman dalam perbincangan sehari-hari menggunakan istilah Groundwet (Ground = Dasar, Wet = Undang-undang) keduanya menunjukkan naskah tertulis.

II. Kedudukan dan Peran

Pada diri seseorang melekat status social
dan peran sosial. Tidak ada peran
tanpa kedudukan dan tidak ada
kedudukan tanpa peran. Setiap orang
mempunyai peran tertentu sesuai dengan status sosial yang disandangnya. Peran sosial merupakan dinamika dari status sosial. Peran sosial berisi tentang hak dan
kewajiban dari status sosial. Antara
peran dan status sudah tidak dapat
dipisahkan lagi. Peran memiliki fungsi
mengatur perilaku individu yang
berhubungan dengan status sosialnya.
Status sosial yang berbeda menyebabkan
terjadinya peran sosial yang berbeda
pula. Peran sosial adalah suatu tingkah laku yang diharapkan dari individu sesuai dengan status sosial yang disandangnya, sehingga peran dapat berfungsi pula untuk mengatur perilaku seseorang. Peran sosial pada seseorang dapat berbeda-beda ketika ia menyandang status yang berbeda. Peran diatur oleh norma-norma yang berlaku. Kedudukan (status) dan peranan merupakan dua unsur yang memiliki arti penting bagi sistem sosial. Orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam
struktur masyarakat dibandingkan
dengan orang yang status sosialnya rendah. Setiap masyarakat mempunyai sesuatu yang dihargai, bisa berupa kepandaian, kekayaan, kekuasaan, profesi,
keaslian keanggotaan masyarakat dan
sebagainya. Selama manusia
membeda-bedakan penghargaan
terhadap sesuatu yang dimiliki tersebut,
pasti akan menimbulkan lapisan-lapisan
dalam masyarakat. Semakin banyak
kepemilikan, kecakapan masyarakat
atau seseorang terhadap sesuatu yang
dihargai, semakin tinggi kedudukan
atau lapisannya. Sebaliknya bagi mereka
yang hanya mempunyai sedikit atau
bahkan tidak memiliki sama sekali,
maka mereka mempunyai kedudukan dan
lapisan yang rendah.  Dengan demikian
dapat diketahui bahwa stratifikasi social
menyebabkan peran dan status seseorang
berbeda dalam masyarakat. Dalam
masyarakat dapat menjumpai orang-
orang yang termasuk golongan kaya, sedang, dan miskin. Penggolongan tersebut menunjukkan bahwa di dalam
masyarakat terdapat tingkatan-tingkatan
yang membedakan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Dan hal
tersebut menyebabkan status dan peran
masing-masing orang berbeda. Dengan
adanya hal tersebut saya tertarik untuk
membahas tentang status dan peran,
dan keterkaitan antara status dan peran
dengan stratifikasi social.

III. Kedudukan dan Peran kita sebagai
warga indonesia

Sebgai warga negara Indonesia, kita mempunyai kedudukan dan peran, adapun kedudukan kita sebagai wni yaitu, kita mempunyai hak dan kewajibam yang berhak kita terima dan wajib kita laksanakan. Sedangkan perannya, ialah kita harus bisa menjaga nama baik Indonesia dimanapun kita berada, harus membanggakan nama Indonesia.

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Hukum_di_Indonesia
http://kelompok8rear.blogspot.in/?m=1

Tugas 4: Ilmu Sosial Dasar

I.       Gambaran Pemuda Pemudi Indonesia Saat Ini

A.Secara Positif
       Gambaran pemuda secara positif erat kaitannya dengan prestasi. Banyak pemuda pemudi bangsa yang sudah mengharumkan nama Indonesia,  yang karena prestasinya kita jadi kagum dan bangga dengan mereka dan Indonesia. Misalnya saja mobil Esemka yang dirakit oleh para pelajar SMK se-Indonesia, yang bahkan mobilnya dipakai oleh walikota Solo pada waktu itu, sebuah kebanggaan pastinya bisa memakai produk dalam negeri. Contoh lainnya, ada sangat banyak pelajar Indonesia yang ikut olimpiade tingkat internasional. Tidak hanya ikut, tapi mereka juga menunjukkan kemampuannya dengan mendapat medali, bahkan medali emas. Ada juga yang karena kemampuannya bisa dapat beasiswa dan sekolah di luar negeri. Di samping prestasi akademik, ada banyak juga prestasi non akademik, misalnya salah satu pemain sepak bola Indonesia yang mendapat tawaran untuk bermain di luar negeri, ada juga para pemain bulu tangkis muda kita yang kalau pulang bertanding dari luar negeri pasti membawa medali. Contoh lain juga pada musisi muda Indonesia yang sudah bisa membawa nama Indonesia di luar negeri bahkan sudah dikenal di sana. Seperti sebuah pencapaian bahwa pemuda pemudi Indonesia bisa.

  B. Negatif
      Layaknya manusia biasa, pemuda pemudi Indonesia tidak hanya dilihat dari sisi positifnya saja, tapi juga dari sisi negatifnya. Contohnya saja tawuran antar pelajar yang sering sekali terjadi di daerah Jakarta. Di saat pelajar di daerah lain bersusah payah untuk pergi ke sekolah bahkan harus menantang maut, pelajar di sini dengan fasilias yang memadai, yang tidak perlu menyebrang jembatan yang sudah mau roboh seperti tarzan malah tawuran. Contoh lainnya adalah fenomena bertindak dulu baru berpikir, entah mereka berpikir juga atau tidak. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, kasus pembunuhan terhadap mantan pacar karena dendam dan cemburu. Ada juga kasus lain yang karena perkembangan teknologi saat ini, mereka bisa mengakses media sosial dengan mudah. Akibatnya karena mau eksis apa saja dibagikan di media sosial tanpa berfikir panjang efeknya. Kasus lainnya adalah penyalahgunaan obat-obatan terlarang, bahkan sampai saat ini sudah sangat banyak pemuda pemudi Indonesia yang terjerat kasus ini. Banyak dari mereka yang menghabiskan waktu luangnya dengan cara dan orang yang salah.

II.      Pemerataan Pendidikan di Indonesia

Kalau kita berbicara tentang gambaran pemuda pemudi secara positif, yang terlintas di benak kita pastilah tentang pendidikan. Kenapa pendidikan? Karena memang pendidikan jadi hal terpenting untuk para pemuda pemudi yang katanya masa depan ada di tangan mereka ini. Sadar akan pentingnya pendidikan ini, maka sudah seharusnya pendidikan di Indonesia diperbaiki lagi kualitasnya. Tidak hanya kualitasnya, tapi juga pemerataannya.
Saat ini pemerataan pendidikan di Indonesia terkesan tidak merata, mengapa demikian? Kita lihat faktor-faktor yang membuat pendidikan di Indonesia tidak merata.

1   Sarana fisik
Sarana fisik bisa berupa gedung sekolah, laboratorium, perpustakaan. Masih banyak sekolah- sekolah di Indonesia, khususnya di daerah yang tidak mempunya fasilitas tersebut, bahkan gedungnya pun ada yang sudah tidak layak dan tidak bisa menampung siswa lagi.

2  Kualitas dan kuantitas tenaga pengajar
Tenaga pengajar menjadi hal yang paling utama dalam pendidikan, terutama yang berkualitas. Tapi masih banyak sekolah-sekolah di daerah pedalaman yang tidak mempuyai tenaga pengajar yang cukup. Misalnya saja di Indonesia Timur, mereka membutuhkan tenaga pengajar dari daerah lain.

3  Kesempatan belajar
Kesempatan belajar bagi peserta didik yang berada di daerah sangat rendah karena fasilitas penunjangnya tidak tersedia. Contohnya saja kita mendapati anak-anak yang semangat belajarnya tinggi di daerah Indonesia Timur sana, tapi karena belum ada sekolah yang masuk ke daerah mereka, mereka tidak bisa bersekolah.

III. Saran
Sebaiknya, sebagai pemuda harapan bangsa, kita memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya, tidak dengan hal yang sia-sia, kretif dan kritis, idealis, dan punya motivasi yang baik untuk masa depannya. Melakukan apa yang menjadi tanggungjawab kita dengan sebaik-baiknya, misalnya kita saat ini masih jadi pelajar, jadilah pelajar yang baik karena suatu saat nanti apa yang kita pelajari akan sangat berguna, bukan hanya untuk kepentingan kita sendiri, tapi juga untuk kepentingan bangsa ini.

Sumber: http://www.nyunyu.com/main-article/detail/7-karakter-yang-kita-kangenin-dari-pemuda-pemudi-indonesia
http://edukasi.kompasiana.com/2014/08/19/kurangnya-pemerataan-pendidikan-indonesia-669344.html

Jumat, 14 November 2014

Tugas 2 - Pengantar Komputer B

Nama : Tria Eka Fitri
Npm : 1A314857
1TA02 - Teknik Sipil
 Pengantar Komputer B

 Download :
Pengantar Komputer B

Rabu, 12 November 2014

Tugas 1 Komputer dan Praktek B

excel611

Nama: Tria Eka Fitri
Kelas: 1TA02
Jurusan: Teknik Sipil
NPM: 1A314857