Senin, 11 Mei 2015

Manusia dan Penderitaan

        a. Pengertian dari penderitaan adalah, penderitaan berasal dari kata derita yaitu menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaaan dapat lahir atau batin atau lahir batin. Seluruh umat manusia tidak lepas dari penderitaan. Tidak mungkin di dunia ini hidup kita aman-aman saja, karena Tuhan akan memberikan kita cobaan. Bukan untuk membuat kita susah, tapi untuk mengajarkan manusia belajar dari cobaan tersebut. Pasti ada hikmah di balik semua kejadian. Jenis penderitaan bisa berbagai macam seperti kematian, sakit, bangkrut, dan lain sebagainya. Kita tidak boleh marah dan benci kepada Tuhan, namun kita harus bersyukur berarti Tuhan masih sayang kepada kita.
        b. Siksaan, dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Penderitaan yang di akibatkan oleh siksaan yang di alami manusia kebanyakan merupakan siksaan psikis seperti:
1. Keseimbangan, dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mans yang akan diambil. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak, siapakah dan kawannya yang akan dijadikan pacar tetapnya. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu.
2. Kesepian, dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh petapa atau biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi.

3. Ketakutan, merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Seperti pada kesepian, ketakutan.dapat juga timbul atau dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis.

Senin, 04 Mei 2015

Manusia dan Keindahan

         Keindahan berasal dari kata indah yang berarti cantik, bagus, enak dipandang dan sebagainya. Keindahan ini bisa kita lihat dari hal-hal disekitar kita seperti pemandangan alam, hasil seni seperti, lukisan, musik, ukiran, dll. Ada yang namanya kompletasi dan ekstansi yaitu Kontemplasi (keinginan manusia untuk menciptakan sesuatu), dan  Ekstansi (keinginan manusia untuk merasakan dan menikmati). Menciptakan sesuatu haruslah dengan bentuk yang indah, karena akan ada rasa kepuasan dari dalam diri yang membuatnya. Kita juga bisa menciptakan sesuatu yang indah sesuai dengan hobi kita seperti membuat tari, musik, lukisan, puisi dan lain sebagainya. Menciptakan sesuatu bukan hanya untuk kesenangan sendiri namun untuk orang yang menikmatinya juga. Karena manusia pasti menyukai hal-hal yang indah. Ada orang yang suka mendengarkan lagu yang bagus, lalu misalnya juga ia menyukai lukisan-lukisan dan mengoleksi lukisan dirumahnya. Keindahan dapat kita rasakan dengan penglihatan atau pendengaran.
          Seorang seniman menciptakan suatu karya seni supaya manusia lain dapat merasakan keindahannya. Selain itu juga Tuhan yang maha Esa, menciptkan suatu keindahan alam yang luar biasa yang dapat kita nikmati keindahannya seperti gunung, danau, air terjun dll. Keindahan ini selain dinikmati juga harus kita jaga keindahannya, kebersihan, dan hak miliknya. Hal ini supaya tidak direnggut oleh orang lain seperti karya seni kita yang dijadikan hak milik oleh negara lain.
           Hubungan manusia dan keindahan sendiri intinya yaitu, semua hal-hal yang berbau keindahan tidak hanya untuk dinikmati tetapi juga ada hubungannya dengan manusia, misalnya pura di Bali, tempat ibadah umat hindu ini selain untuk beribadah, juga memiliki keindahan pada bangunannya seperti ukiran-ukiran patung dan bentuk bangunan yang unik.

         
         
            Selain itu, Indonesia juga memiliki berbagai keindahan pada seninya seperti tarian, lagu lalu pada keindahan alam yang sangat menakjubkan juga pada keunikan daerah yang memiliki banyak suku dan banyak yang lainnya. Semua itu harus kita jaga dan juga nikmati keindahannya.
       

Senin, 20 April 2015

Manusia dan Pemujaan

          Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta kepada Tuhan-Nya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Manusia sendiri mempunyai berbagai agama dan Tuhan-Nya seperti agama Islam yaitu Allah yang maha Esa. Pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Pemujaan sendiri dilakukan untuk menghormati Tuhan-Nya, Manusia yang melakukan pemujaan adalah wajib hukumnya karena seperti pengertian pemujaan diatas itu untuk mewujudkan cinta kita kepada Tuhan.
          Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Contohnya shalat di masjid, sembahyang di pura, dan lain-lain. Pemujaan adalah hubungan kita sendiri dengan Tuhan, oleh karena itu pemujaan tidak dapat diwakilkan. Itu berarti kita tidak menghargai kekuasaan-Nya. Pemujaan juga mempunyai ketentuan-ketentuan sesuai agama dan kepercayaan seperti dalam Islam, shalat mempunyai ketentuan yaitu 5 kali sehari shalat Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib dan Isya. Semuanya harus dilakukan secara teratur karena ketentuan shalat hukumnya wajib yang berarti harus dikerjakan. Pada pembahasan di awal pertemuan yaitu cinta menurut ajaran agama. Cinta diri sendiri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Kitab suci telah mengungkapkan kecenderungan manusia untuk menuntut segala sesuatu yang membahayakan. Walaupun pengertiannya yaitu cinta diri sendiri, namun kepercayaannya berhubungan dengan kitab suci yang merupakan tonggak kehidupan umat Islam.

Senin, 13 April 2015

Unsur Cinta Kasih Menurut Sarwono

      Pengertian tentang cinta yang dimukakan oleh Sarwono memiliki 3 unsur yaitu, keterikatan, keintiman dan kemesraan. 
1. Keterikatan 
    yaitu adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala proiritas hanya untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati, ada uang sedikit beli oleh - oleh untuk dia. 
2. Keintiman 
    yaitu adanya kebiasaan atau tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan seperti, bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang yang lainnya. Makan minum dari piring-cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dll. 
 3. Kemesraan
     yaitu adanya perasaan ingin membelai dan dibelai, rasa kangen satu sama lain bila berjauhan atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapan rasa sayang dan seterusnya

       Selanjutnya, Dr. Sarlotp W. Sarwono, mengemukakan bahwa tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya. Kadang - kadang ada yang keterikatannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraanya kurang. Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang amat kuat, kecemburuannya besar, tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman. Misalnya, cinta sahabat karib atau saudara sekandung yang penuh dengan keakraban, tetapi tidak ada gejolak - gejolak mesra dan orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada hal - hal lain dari pada partnernya. 


Senin, 06 April 2015

Prosa dan Ilmu budaya Dasar, apakah hubungannya?

LEGENDA CANDI PRAMBANAN

          Di dekat kota Yogyakarta terdapat candi Hindu yang paling indah di Indonesia. Candi ini dibangun dalam abad kesembilan Masehi. Karena terletak di desa Prambanan, maka candi ini disebut candi Prambanan tetapi juga terkenal sebagai candi Lara Jonggrang, sebuah nama yang diambil dari legenda Lara Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Beginilah ceritanya.
          Konon tersebutlah seorang raja yang bernama Prabu Baka. Beliau bertahta di Prambanan. Raja ini seorang raksasa yang menakutkan dan besar kekuasaannya. Meskipun demikian, kalau sudah takdir, akhirnya dia kalah juga dengan Raja Pengging. Prabu Baka meninggal di medan perang. Kemenangan Raja Pengging itu disebabkan karena bantuan orang kuat yang bernama Bondowoso yang juga terkenal sebagai Bandung Bondowoso karena dia mempunyai senjata sakti yang bernama Bandung.Dengan persetujuan Raja Pengging, Bandung Bondowoso menempati Istana Prambanan. Di sini dia terpesona oleh kecantikan Lara Jonggrang, putri bekas lawannya -- ya, bahkan putri raja yang dibunuhnya. Bagaimanapun juga, dia akan memperistrinya.
          Lara Jonggrang takut menolak pinangan itu. Namun demikian, dia tidak akan menerimanya begitu saja. Dia mau kawin dengan Bandung Bondowoso asalkan syarat-syaratnya dipenuhi. Syaratnya ialah supaya dia dibuatkan seribu candi dan dua sumur yang dalam. Semuanya harus selesai dalam waktu semalam. Bandung Bondowoso menyanggupinya, meskipun agak keberatan. Dia minta bantuan ayahnya sendiri, orang sakti yang mempunyai balatentara roh-roh halus.
          Pada hari yang ditentukan, Bandung Bondowoso beserta pengikutnya dan roh-roh halus mulai membangun candi yang besar jumlahnya itu. Sangatlah mengherankan cara dan kecepatan mereka bekerja. Sesudah jam empat pagi hanya tinggal lima buah candi yang harus disiapkan. Di samping itu sumurnya pun sudah hampir selesai. Seluruh penghuni Istana Prambanan menjadi kebingungan karena mereka yakin bahwa semua syarat Lara Jonggrang akan terpenuhi. Apa yang harus diperbuat? Segera gadis-gadis dibangunkan dan disuruh menumbuk padi di lesung serta menaburkan bunga yang harum baunya. Mendengar bunyi lesung dan mencium bau bunga-bungaan yang harum, roh-roh halus menghentikan pekerjaan mereka karena mereka kira hari sudah siang. Pembuatan candi kurang sebuah, tetapi apa hendak dikata, roh halus berhenti mengerjakan tugasnya dan tanpa bantuan mereka tidak mungkin Bandung Bondowoso menyelesaikannya.
          Keesokan harinya waktu Bandung Bondowoso mengetahui bahwa usahanya gagal, bukan main marahnya. Dia mengutuk para gadis di sekitar Prambanan -- tidak akan ada orang yang mau memperistri mereka sampai mereka menjadi perawan tua. Sedangkan Lara Jonggrang sendiri dikutuk menjadi arca. Arca tersebut terdapat dalam ruang candi yang besar yang sampai sekarang dinamai candi Lara Jonggrang. Candi-candi yang ada di dekatnya disebut Candi Sewu yang artinya seribu.


        Dari legenda diatas, hubungannya dengan pembahasan kita saat ini yaitu prosa yang didefinisikan sebagai cerita rekaan yang memiliki pemeran, peristiwa, dan alur yang dihasilkan dari khayalan atau imajinasi. Dan legenda diatas termasuk kedalam prosa yaitu prosa lama. Dalam legenda diatas kita dapat memperoleh kesenangan, informasi, warisan budaya dan keseimbangan wawasan. Hal - hal yang bisa kita dapatkan sesuai nilai - nilai dari prosa tersebut yaitu:
Pertama, dari segi kesenangan ketika membaca legenda atau cerpen - cerpen dan prosa lainnya kita dapat memperoleh kesenangan ketika ada waktu luang kita membaca apalagi bagi orang yang gemar membaca. Selanjutnya informasi, informasi dapat kita peroleh dalam membaca, karena kita dapat mengetahui hal - hal yang baru yang belum pernah kita temukan sebelumnya. begitu juga dengan kesetimbangan budaya, apabila kita pernah mendengar cerita - cerita legenda sebelumnya yang baru kita ketahui, dengan membaca prosa kita dapat mengetahui kebenaran dari cerita tersebut dan tidak diragukan lagi karena sudah membaca langsung.Terakhir yaitu warisan budaya, misalnya pada contoh legenda diatas, kita dapat mengetahui bahwa warisan budaya nya yaitu candi Prambanan dan canfi Lara Jonggrang. 


Senin, 23 Maret 2015

Kaitan Manusia dengan Kebudayaan

           Manusia dan kebudayaan adalah dua hal yang sangat erat yang berhubungan satu sama lain. Pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas hakekat manusia yang pengertian manusia itu sendiri adalah makhluk biologis yang tergolong makhluk manusia. Yang mana manusia itu tidak terlepas dari ilmu kebudayaan.Kenapa demikian? itu karena kebudayaan adalah hal - hal yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain dan kebiasaan - kebiasaannya yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat (E.B.Taylor 1871) Selain itu juga karena manusia memiliki kelebihan lain yang lain dari makhluk Tuhan yang lain. Unsur - unsur kebudayaan sendiri menurut C.Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture, bahwa ada 7 unsur kebudayaan universal yaitu:
             1. Sistem religi (sistem kepercayaan) - produk manusia sebagai homo religieus.
             2. Sistem organisasi kemasyarakatan - produk dari manusia sebagai homo socius.
             3. Sistem pengetahuan - produk dari manusia sebagai homo sapiens
             4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi - produk dari manusia sebagai homo                    economicus
             5. Sistem teknologi dan peralatan - produk dari manusia sebagai  homo faber.
             6. Bahasa - produk dari manusia sebagai homo longuens.
             7. Kesenian - produk dari manusia sebagai homo aesteticus.
          
           Wujud dari kebudayaan, yaitu kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala - kepala manusia yang menganutnya. Kemudian, kompleks aktivitas berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati atau diobservasi. Yang terakhir yaitu wujud sebagai benda. Aktivitas manusia tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. 

           Jadi, secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia.

Senin, 16 Maret 2015

Manusia dan Hakekatnya

                     

Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna, dan juga memiliki kemampuan yang luar biasa dengan makhluk yang lainnya, seperti mendengar, melihat, meraba, mencium dan berbicara. Manusia juga merupakan makhluk sosial  yang tidak dapat berdiri sendiri. Makhluk yang berbudaya dan lain sebagainya. Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan unsur - unsur manusia.
1. Manusia terdiri dari empat unsur:
    a. Jasad ( tubuh manusia yang nampak pada luarnya )
    b. Hayat ( unsur hidup yang ditandai dengan gerakan )
    c. ruh ( bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual )
    d. nafs ( kesadaran tentang diri sendiri )
2. Manusia mengandung tiga unsur sebagai satu kepribadian
    a. Id ( struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak )
    b. Ego ( bagian atau struktur kepribadian )
    c. Superego ( struktur kepribadian yang paling akhir )
         
          Dalam unsur - unsur diatas, kita akan lebih tahu mengenai unsur dari manusia sendiri. Misalnya, di dalam suatu musyawarah, kita tidak mendengarkan pendapat orang lain melainkan mementingkan pendapat sendiri berarti ia dikendalikan oleh ego nya. Selain itu, misalnya kita melakukan kesalahan dan tidak mau mengakuinya, itu termasuk ke dalam nafs.

          Hakekat Manusia. Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Tubuh manusia merupakan materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tapi tidak abadi. Sedangkan jiwa, terdapat dalam tubuh itu sendiri, dia tidak dapat dilihat, diraba dan dirasa namun sifatnya abstrak dan abadi. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan. Manusia juga merupakan makhluk yang palinh sempurna, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia dengan akal yang mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Juga dengan adanya perasaan, manusia juga dapat menciptakan sebuah kesenian. Perasaan sendiri terbagi dua macam, inderawi ( ransangan jasmani melalui pancaindra). Rohani ( perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia ) misalnya :
a. intelektual (pengetahuan)
b. estetis (keindahan)
c. etis (kebaikan)
d. diri (harga diri)
e. sosial (kelompok atau hidup bermasyarakat)
f. religius (agama atau kepercayaan)


Daftar Pustaka:
Nugroho, W. & Muchji, A. (1996). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma.